Berita RTH Tahun 2009

Desember 2009

Depok Yakin Target 30% RTH Tercapai

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/ 28 Desember 2009

DEPOK, (PRLM).- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Depok, Rahmat Subagio optimistis akan memenuhi target daerah ruang terbuka hijau (RTH) pada 2010 sebesar 30 persen. “Kalau memang serius, saya yakin target tersebut dapat tercapai,” kata Rahmat, seperti dikutip “Antara”.

Ia mengatakan, Pemkot Depok masih mempunyai kewajiban delapan persen untuk menambah RTH di seluruh wilayah Depok. Saat ini, pemkot Depok baru memenuhi dua belas persen dari persentase keseluruhan RTH sampai 2010 sebesar 30 persen dari luas wilayah Kota Depok.

Pemkot Depok berkewajiban membangun RTH sebesar 20 persen dan masyarakat 10 persen dari luas wilayah Depok. Pembangunan RTH di Depok tidak sesulit di DKI Jakarta, mengingat lahan kosong untuk membangun RTH masih cukup banyak.

Untuk menutupi kekurangan delapan persen RTH dari luasan wilayah Depok, Rahmat mengatakan, Pemkot Depok rencananya akan membuat kajian untuk membuat Perda yang mengatur RTH agar menjadi fokus utama Pemkot.

Dikatakannya dengan adanya perda yang mengatur RTH, Pemkot Depok dan masyarakat harus mematuhi peraturan perda tersebut, termasuk juga pengembang yang menguasai 40 persen lahan di Depok.

Wilayah kecamatan yang masih banyak RTH-nya di Depok, antara lain, Kecamatan Cimanggis Selatan, Pancoran Mas, Sawangan, dan Sukmajaya. Sementara yang sudah sedikit RTH-nya, antara lain Kecamatan Beji dan Limo. (A-147)***

Depok Optimistis Penuhi 30 Persen Ruang Terbuka Hijau

Sumber: http://www.koran-jakarta.com/ 29 Desember 2009

DEPOK – Pemerintah Kota Depok optimistis bisa memenuhi ruang terbuka hijau (RTH) seluas 30 persen sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah.

“Kalau kita serius, saya yakin target tersebut dapat tercapai,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Depok Rahmat Subagio di Depok, Senin (28/12).

Menurutnya, dari kewajiban 30 persen RTH, Pemkot Depok berkewajiban membangun RTH sebesar 20 persen dan masyarakat 10 persen. Pemkot Depok masih punya kewajiban 8 persen untuk menambah RTH di seluruh Depok. Saat ini, Pemkot Depok baru memenuhi 12 persen dari persentase keseluruhan RTH sampai 2010 sebesar 30 persen.

“Pembangunan RTH di Depok tidak sesulit di DKI Jakarta. Sebab lahan kosong untuk membangun RTH masih cukup banyak,” ujarnya.

Untuk menutupi kekurangan 8 persen RTH, Rahmat mengatakan, Pemkot Depok akan membuat kajian untuk membuat peraturan daerah yang mengatur RTH agar menjadi fokus utama Pemkot. Dengan adanya perda yang mengatur RTH, Pemkot Depok dan masyarakat harus mematuhi peraturan perda tersebut, termasuk pengembang yang menguasai 40 persen lahan di Depok.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Perkotaan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Wahyudin menambahkan, pesatnya perkembangan Depok menjadikan RTH yang ada semakin berkurang.

Pada 2007, Depok memiliki RTH dengan proporsi 50 persen dari luas wilayah Kota Depok 20.029 hektare.

Komponen RTH tersebut adalah 34,14 persen berupa lahan privat, kebun dan tegalan. Depok mencatat lingkungan yang digunakan sebagai RTH berupa hutan kota seluas 7,2 hektare yang diberi nama Tahura.

Berdasarkan data pada 2009, RTH yang berupa areal pertanian maupun pertamanan di Depok tinggal 56,8 persen saja. Sementara dalam perencanaan pembangunan Kota Depok sampai tahun 2010, sasaran porsi ruang terbuka hijau sebesar 50,12 persen. Ant/M-3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: